<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6046277655741091592</id><updated>2011-07-08T17:48:24.875+07:00</updated><category term='TRIDAYA SEPAKBOLA INDRAMAYU'/><title type='text'>PERSINDRA</title><subtitle type='html'>Persatuan Sepakbola Indramayu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://persindra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6046277655741091592/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persindra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Persindra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13086908556172255916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_t4qmU7XHsvk/Se7-WIgGyII/AAAAAAAAAAM/a_bAji7mjak/S220/Logo+Persindra+Baru+copy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6046277655741091592.post-7318396638573860792</id><published>2009-07-05T10:43:00.004+07:00</published><updated>2009-07-05T11:07:49.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TRIDAYA SEPAKBOLA INDRAMAYU'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga Kekuatan Sepakbola (TRI DAYA) menuju kejayaan PERSINDRA Indramayu  : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Memperjuangkan terus menerus profesionalisme segenap komponen persepakbolaan indramayu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Profesionalisme menyangkut pola pikir, pola sikap, dan pola tindak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemain giat meningkatkan kualitas teknik, mental, kedisiplinan, sportivitas, dan etika berorganisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelatih belajar tanpa henti, memperdalam ilmu, memperluas wawasan kepelatihan, menjunjung tinggi fair play.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembina klub terus meningkatkan kualitas klub, baik manajemen, sdm, maupun sarana dan prasarana klub.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suporter terus meningkatkan mutu organisasi dan kegiatan serta mutu dukungan dengan menghayati nilai-nilai sportivitas dan menjauhi tindakan anarkis.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Menghormati etika organisasi yang ditandai dengan tegaknya peraturan persepakbolaan indramayu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Mentaati peraturan dan etika persepakbolaan yang dikeluarkan pssi, peraturan Pengda PSSI dan klub maupun peraturan permainan sepakbola itu sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghayatan dan pengamalan peraturan dan etika ini antara lain terlihat pada:&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berjalannya prinsip ‘the right man on the right place’.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taat terhadap mekanisme dan prosedur, serta tidak memfitnah atau melecehkan organisasi dengan memberikan komentar diluar kewenangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsisten melaksanakan reward and punishment.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemain tidak lagi berkelahi di lapangan, tidak saling menghina, dan mencaci.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelatih dan manajer tidak lagi memprovokasi pemainnya untuk bermain kasar, mogok bertanding, atau mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengurus klub tidak seenaknya menginjak atau melecehkan kewibawaan organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penonton tidak main hakim sendiri terhadap wasit maupun sesama suporter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wasit menjalankan hukum dan peraturan secara benar dan tegas.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Menjunjung tinggi asas fair play dan nilai-nilai sportivitas sebagai roh sepakbola.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Fair play : mentaati peraturan permainan sepakbola yang didukung sikap sportif. Bukan hanya pemain, tetapi juga wasit, pembina, dan official tim. Sikap atau tindakan provokasi/intimidasi terhadap wasit atau tim lawan, menyuap, pengaturan skor merupakansesuatu yang menginjak asas fair play.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sportivitas : menerima kekalahan/kelemahan/kesalahan sendiri dan kelebihan orang lain atau tim lawan sehingga terhindar dari sikap atau tindakan brutal, perkelahian, dankerusuhan. Sportivitas yang tinggi akan menciptakan iklim persepakbolaan yang kondusif sebagai prasyarat dalam pencapaian mutu dan citra persepakbolaan nasional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemain, pelatih, manajer, official menjunjung tinggi peraturan, menghormati keputusan wasit, dan ikhlas menerima kekalahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penonton tidak menteror wasit dan tim lawan serta tidak bertindak anarkis hanya karena tidak dapat menerima kekalahan tim favoritnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6046277655741091592-7318396638573860792?l=persindra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persindra.blogspot.com/feeds/7318396638573860792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persindra.blogspot.com/2009/07/tiga-pilar-sepakbola-menuju-kejayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6046277655741091592/posts/default/7318396638573860792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6046277655741091592/posts/default/7318396638573860792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persindra.blogspot.com/2009/07/tiga-pilar-sepakbola-menuju-kejayaan.html' title=''/><author><name>Persindra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13086908556172255916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_t4qmU7XHsvk/Se7-WIgGyII/AAAAAAAAAAM/a_bAji7mjak/S220/Logo+Persindra+Baru+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6046277655741091592.post-3376360557788981606</id><published>2009-06-27T10:24:00.004+07:00</published><updated>2009-06-27T10:36:31.134+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumbangan Pemikiran buat Persindra Indramayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa keberhasilan pembangunan olah raga diukur dari prestasi yang dicapai, mengingat tingginya prestasi olah raga dapat menimbulkan kebanggaan daerah serta kebanggaan nasional. Demikian halnya dengan Sepak bola. Karena itu keberhasilan pembangunan perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi sepak bola di daerah.&lt;br /&gt;Seiring pesatnya perkembangan sepakbola nasional dan semakin tingginya harapan masyarakat terhadap prestasi sepakbola indramayu, menjadi sebuah tantangan besar bagi pengurus persindra untuk membawa prestasi dan citra sepakbola indramayu kepada strata terhormat di kancah sepakbola jawa barat pada khususnya dan nasional pada umumnya.&lt;br /&gt;Segala jerih payah yang telah dilakukan selama ini, hasil yang terlihat seolah perjuangan yang tak berujung.&lt;br /&gt;Prestasi sepakbola indramayu dalam tiga tahun terakhir menunjukkan grafik yang cukup menggembirakan, terbukti dengan meningkatnya peringkat Persindra dari Divisi III menjadi Divisi II Nasional pada tahun 2009 ini.&lt;br /&gt;Prestasi tersebut tentunya dicapai tidak hanya semudah dengan membalikan telapak tangan, akan tetapi melalui perjuangan, halangan, rintangan yang berat dan latihan-latihan yang ketat, serta mengeluarkan dana yang cukup besar.&lt;br /&gt;Namun apakah kita hanya puas sampai disitu saja ?&lt;br /&gt;Kita ketahui bahwa sepakbola juga merupakan bahasa universal. Artinya, sepakbola menjadi alat komunikasi yang efektif. Yaitu sebuah instrumen untuk menyatukan visi dan misi perjuangan.&lt;br /&gt;Lewat komunikasi, sepakbola indramayu insya allah dapat menuai prestasi bukan hanya di pentas jawa barat tapi tidak menutup kemungkinan pada tingkat nasional. Komunikasi menjadi kata kunci dalam mencapai kesuksesan. Komunikasi merupakan medium penting dalam menggapai cita-cita dan segala aktifitas.&lt;br /&gt;Komunikasi bukan semata berlaku untuk pengurus persindra. Tapi juga para pemain dilapangan hijau dan para suporter tim. Intensitas komunikasi antara para pemain dapat dinilai secara nyata, transparan, dan mudah dicermati pada perjuangan mereka di lapangan hijau.&lt;br /&gt;Interaksi komunikasi antara pemain dan suporter juga akan menentukan hasil akhir perjuangan yang telah dijalankan oleh segenap pengurus persindra, pemain, dan suporter tim.&lt;br /&gt;Saya optimis dengan potensi yang ada baik sumber daya manusia maupun sumber dana yang kita miliki sekarang ini persindra di masa yang akan datang akan mencapai kejayaannya.&lt;br /&gt;Persindra harus mempunyai visi dan misi yang jelas.&lt;br /&gt;Kita ingin menatap kedepan sebagai era yang penuh tantangan dengan sebuah program  yang terrencana secara matang.&lt;br /&gt;Matang dari sisi konsep dan matang dalam rancangan program operasional, termasuk proyeksi anggaran yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Seluruh konsep, rancanan program hingga proyeksi anggaran tersebut dituangkan dalam program kerja pengurus persindra periode mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Olahraga, Bravo Persindra, Hidup Laskar Wiralodra .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6046277655741091592-3376360557788981606?l=persindra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persindra.blogspot.com/feeds/3376360557788981606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persindra.blogspot.com/2009/06/sumbangan-pemikiran-buat-persindra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6046277655741091592/posts/default/3376360557788981606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6046277655741091592/posts/default/3376360557788981606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persindra.blogspot.com/2009/06/sumbangan-pemikiran-buat-persindra.html' title=''/><author><name>Persindra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13086908556172255916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_t4qmU7XHsvk/Se7-WIgGyII/AAAAAAAAAAM/a_bAji7mjak/S220/Logo+Persindra+Baru+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6046277655741091592.post-4332690816383542030</id><published>2009-06-10T20:05:00.001+07:00</published><updated>2009-06-10T20:07:02.013+07:00</updated><title type='text'>Sebelas Komponen</title><content type='html'>AFC menetapkan 11 komponen yang dibangun untuk mengangkat mutu persepakbolaan Asia. Termasuk di Indonesia. Bidang-bidang itu adalah federasi (PSSI) dan klub, kompetisi, Pembinaan Usia Dini (Grassroots dan Youth Development), pengembangan teknik (pelatih), perwasitan, teknologi dan medical sport, sepakbola wanita, futsal, marketing, dan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Konferensi Vision Asia selama lima hari di Jakarta, AFC dan PSSI melakukan pengkajian mendalam tentang sepakbola Indonesia untuk 11 komponen tersebut. Dari hasil kajian tersebut, AFC membuat kesimpulan tentang status atau posisi mutu persepakbolaan Indonesia dan selanjutnya merumuskan rekomendasi tentang strategi pembangunan ke depan terhadap 11 komponen tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan begitu, Vision Asia berubah menjadi Vision Indonesia. Vision Indonesia merupakan pekerjaan luar biasa, bukan pekerjaan biasa. Untuk itu, dalam implementasinya nanti, AFC akan ikut membimbing PSSI sehingga pada akhirnya bisa mencapai hasil maksimal sesuai harapan AFC dan PSSI tentang sepakbola Indonesia masa depan yang lebih bermutu,” tandas Vellapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, mengakui bahwa Vision Asia merupakan pekerjaan yang sangat berat namun harus dilakukan jika sepakbola Indonesia tidak ingin makin tertinggal dari negara lain. Nugraha menjelaskan setelah rekomendasi AFC keluar, PSSI akan segera menyiapkan tim khusus untuk pelaksanaan Vision Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, semua itu tak akan berbuah apa-apa jika tidak mendapat dukungan dari seluruh komponen persepakbolaan nasional. Mulai dari PSSI Pusat, Pengda, Pengcab, klub, media, pemerintah, dan masyarakat sepakbola umumnya,” ujar Nugraha dalam sambutannya pada acara penutupan Vision Asia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6046277655741091592-4332690816383542030?l=persindra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persindra.blogspot.com/feeds/4332690816383542030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persindra.blogspot.com/2009/06/sebelas-komponen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6046277655741091592/posts/default/4332690816383542030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6046277655741091592/posts/default/4332690816383542030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persindra.blogspot.com/2009/06/sebelas-komponen.html' title='Sebelas Komponen'/><author><name>Persindra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13086908556172255916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_t4qmU7XHsvk/Se7-WIgGyII/AAAAAAAAAAM/a_bAji7mjak/S220/Logo+Persindra+Baru+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6046277655741091592.post-1315988119671129878</id><published>2009-06-10T20:02:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T20:04:43.086+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Sepakbola</title><content type='html'>Sejarah Sepak Bola&lt;br /&gt;HARI-hari ini meski di banyak tempat, khususnya di belahan dunia ketiga, banyak orang repot dan susah karena urusan politik dan ekonomi, tetap tak ada power yang bisa menghalangi minat publik mengarahkan perhatian ke Belanda dan Belgia, tempat lomba sepakbola Euro2000 berlangsung. Berjuta-juta mata dan telinga terarah ke sebuah benda bulat bundar, sebagai pusat segala-gala, ya sang bola itu.&lt;br /&gt;Entah apa pun dan bagaimana pun orang bicara tentang bola, yang penting dalam sepakbola adalah ... goool! Dan jika gol itu terjadi di salah satu dari delapan stadion di Belanda dan Belgia, maka proses bola masuk gawang itu sudah melewati jalan berliku-liku melibatkan deret panjang iklan, organisasi, pelatihan, jegal-menjegal berbagai sponsor, saraf tegang panitia penyelenggara, dan tentu saja seabrek-abrek dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, menghadapi bola, sejatinya banyak dari kita gumun alias terheran-heran. Betapa tidak! Bola eksis di semua negara di bumi dengan aman. Sedangkan agama dan atau pandangan hidup, belum tentu. Ia mampu menyedot perhatian massa, mencipta histeria, dan menggerakkan aneka sektor kegiatan manusia seperti bisnis, seni, transpor, busana, arsitektur, keamanan, organisasi, manajemen, dan deret panjang lain. Bagaimana itu semua bisa diterangkan? Gara-gara terheran-heran itulah mungkin kita jadi penasaran ingin tahu seluk-beluknya - terutama akar, cikal bakal, dan nenek moyangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan cikal bakal bola itu, empat tahun lalu saat sepakbola Piala Eropa 96 berlangsung di Inggris, banyak orang bilang sepakbola itu berasal dari Inggris. Sebab saya tidak tahu, ya percaya saja. Lagi pula koran-koran Eropa saat itu juga ramai dan gegap gempita menulis, "Sepakbola kembali ke tanah leluhurnya!''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi konon kata filsuf atau siapalah, credo ergo sum (saya percaya maka saya ada) itu baru cespleng jika dilengkapi cogito ergo sum (saya mengerti maka saya ada) berbareng dubio ergo sum (saya meragu maka saya ada). Maka saya pun mencari berbagai sumber lain. Dan, saya temukan aneka info yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris cikal bakal sepakbola? Itu betul, jika awal sejarah bola dimulai akhir abad ke-19, saat Inggris pada 8 Desember 1863 meresmikan Football Association dengan segala aturan mainnya di Freemasons Tavern, Great Queen Street, London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan, sepakbola (dan atau bola dalam pengertian luas) adalah hasil proses panjang peradaban yang bisa ditelusuri di banyak tempat di bumi sejak sebelum Masehi. Maka jika Inggris pada 1996 itu dengan bangga pasang slogan Euro 96 - Football Comes Homes - apakah bukan kebanggaan berlebihan? Sebab permainan bola itu sudah amat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Mesir purba, misalnya, sudah mengenal bola dengan kain linen. Ini masih tersimpan di museum Inggris. Berbagai relief dinding di museum menunjukkan, permainan bola juga sudah dikenal di peradaban Yunani purba disebut episcuro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada relief itu terlukis anak muda memegang bola bundar dan memainkannya dengan paha. Sekitar abad kedua, episcuro hijrah ke Roma dan peradaban Romawi menyebutnya harpastum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon Julius Caesar suka permainan itu. Tapi Horatius dan Virgilius meremehkannya. Ovidius menyebut permainan itu brutal kasar mendekati biadab, maka tak cocok buat perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai abad ke-9 para intelektual era Yunani-Romawi tak sudi menyebut-nyebut permainan bola, karena dianggap tidak bermutu. Tapi politik kolonial Romawi dalam rangka meluaskan kekuasaannya membawa serta permainan itu, sebagai "barang'' sampingan, ke Eropa luar daratan alias Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bahkan hanya dalam bingkai Eropa dan sekitarnya, bola itu ternyata budaya impor bagi Inggris. Sifat dan muatan keimporan itu akan makin menonjol jika kita telusuri keberadaan bola di belahan bumi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar Eropa, sebelum Masehi di peradaban Aztek Amerika Latin sudah mengenal bola. Di Tiongkok permainan bola sudah dikenal sejak 206 SM, disebut Tsu Chu, dan tersimpan di dokumen militer setebal 25 bab, pada zaman Dinasti Han. Tsu berarti "menghantam bola dengan kaki''. Chu berarti "bola yang dibuat dari kulit dan diisi''. Juga diinformasikan, pada 50 SM Li Ju menulis tim bola Tiongkok yang berlatih di Jepang. Permainan itu penuh variasi permainan kaki, semacam sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad ke-5 di Tiongkok dipastikan sudah terdapat permainan bola bundar diisi rambut. Tulisan Li Ju itu tersimpan di Museum Muenchen, Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang bahkan sudah kenal permainan bola sejak abad ke-8. Itu disebut Kemari; konon masih eksis sampai sekarang. Bola itu bundar berisi udara, dibuat dari kulit kijang. Kemari itu bersangkut-paut dengan iman dan adat. Pemainnya delapan orang, berpakaian adat, bola tak boleh jatuh ke tanah. Bola dianggap matahari. Jika ia jatuh, akan terjadi bencana kegelapan - gelap dalam arti luas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6046277655741091592-1315988119671129878?l=persindra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persindra.blogspot.com/feeds/1315988119671129878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persindra.blogspot.com/2009/06/sejarah-sepakbola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6046277655741091592/posts/default/1315988119671129878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6046277655741091592/posts/default/1315988119671129878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persindra.blogspot.com/2009/06/sejarah-sepakbola.html' title='Sejarah Sepakbola'/><author><name>Persindra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13086908556172255916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_t4qmU7XHsvk/Se7-WIgGyII/AAAAAAAAAAM/a_bAji7mjak/S220/Logo+Persindra+Baru+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
