05 Juli 2009

. 05 Juli 2009

Tiga Kekuatan Sepakbola (TRI DAYA) menuju kejayaan PERSINDRA Indramayu :

1. Memperjuangkan terus menerus profesionalisme segenap komponen persepakbolaan indramayu.

  • Profesionalisme menyangkut pola pikir, pola sikap, dan pola tindak.
  • Pemain giat meningkatkan kualitas teknik, mental, kedisiplinan, sportivitas, dan etika berorganisasi.
  • Pelatih belajar tanpa henti, memperdalam ilmu, memperluas wawasan kepelatihan, menjunjung tinggi fair play.
  • Pembina klub terus meningkatkan kualitas klub, baik manajemen, sdm, maupun sarana dan prasarana klub.
  • Suporter terus meningkatkan mutu organisasi dan kegiatan serta mutu dukungan dengan menghayati nilai-nilai sportivitas dan menjauhi tindakan anarkis.

2. Menghormati etika organisasi yang ditandai dengan tegaknya peraturan persepakbolaan indramayu.
  • Mentaati peraturan dan etika persepakbolaan yang dikeluarkan pssi, peraturan Pengda PSSI dan klub maupun peraturan permainan sepakbola itu sendiri.
  • Penghayatan dan pengamalan peraturan dan etika ini antara lain terlihat pada:
    • Berjalannya prinsip ‘the right man on the right place’.
    • Taat terhadap mekanisme dan prosedur, serta tidak memfitnah atau melecehkan organisasi dengan memberikan komentar diluar kewenangan.
    • Konsisten melaksanakan reward and punishment.
    • Pemain tidak lagi berkelahi di lapangan, tidak saling menghina, dan mencaci.
    • Pelatih dan manajer tidak lagi memprovokasi pemainnya untuk bermain kasar, mogok bertanding, atau mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh.
    • Pengurus klub tidak seenaknya menginjak atau melecehkan kewibawaan organisasi.
    • Penonton tidak main hakim sendiri terhadap wasit maupun sesama suporter.
    • Wasit menjalankan hukum dan peraturan secara benar dan tegas.

3. Menjunjung tinggi asas fair play dan nilai-nilai sportivitas sebagai roh sepakbola.
  • Fair play : mentaati peraturan permainan sepakbola yang didukung sikap sportif. Bukan hanya pemain, tetapi juga wasit, pembina, dan official tim. Sikap atau tindakan provokasi/intimidasi terhadap wasit atau tim lawan, menyuap, pengaturan skor merupakansesuatu yang menginjak asas fair play.
  • Sportivitas : menerima kekalahan/kelemahan/kesalahan sendiri dan kelebihan orang lain atau tim lawan sehingga terhindar dari sikap atau tindakan brutal, perkelahian, dankerusuhan. Sportivitas yang tinggi akan menciptakan iklim persepakbolaan yang kondusif sebagai prasyarat dalam pencapaian mutu dan citra persepakbolaan nasional.
  • Pemain, pelatih, manajer, official menjunjung tinggi peraturan, menghormati keputusan wasit, dan ikhlas menerima kekalahan.
  • Penonton tidak menteror wasit dan tim lawan serta tidak bertindak anarkis hanya karena tidak dapat menerima kekalahan tim favoritnya.



0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
copyright @ 2009 Persatuan Sepakbola Indramayu (PERSINDRA) | Persindra.blogspot.com | Template by Slamet Waluyo,S.Si